Senin, 06 Januari 2014

TENTENA

Tentena. Nama kota kecil ini tentu tidak lazim di telinga, karena kota ini tidak setenar kota-kota kecil lainnya di pulau Jawa. Kesempatan kali ini, saya ingin memperkenalkan tempat asal saya ini, Mungkin muncul pertanyaan, "Apa sih yang menarik dari kota Tentena?".
Kota kecil yang masih termasuk bagian dari Kabupaten Poso ini mempunyai potensi pariwisata yang tak kalah dengan kota Batu di Malang. Kota ini dilalui oleh aliran danau Poso dan dengan keadaan ini, masyarakat pun memberdayakan aliran danau poso tersebut untuk membuka "karamba" yang tak lain adalah tempat budidaya ikan mujair, ikan nila dan ikan mas. Dengan begitu peluang bisnis kuliner di tempat ini sangat terbuka lebar. Ada berbagai rumah makan pinggir danau yang menjadikan mujair bakar dan dabu-dabu sebagai menu andalannya. Mujair yang dihasilkan dari karamba warga rasanya enaaak, manis dan teksturnya lembut, beda dengan yang saya jumpai di kota besar lainya (hasil dari tambak).
Oia, jika berkunjung ke tentena dan sudah mencicipi enakanya mujair danau poso, tak lengkap rasanya kalau tidak berkunjung ke objek wisata dekat kota ini contohnya, panorama, Salib, siuri dan air terjun wera saluopa,
Dikota ini, walaupun mayoritas warganya beragama kristen, namun toleransi dengan agama lain sangaaat besar, sehingga jarang ditemukan konflik antar umat seperti yang sering terjadi di Poso.

Dengan potensi pariwisata yang begitu besar, sayang jika pemerintah kurang menggali dan memfasilitasi objek pariwisata yang ada. Sarana pra sarana belum memadai, tempat objek wisata yang ada terlihat kotor dan tak terurus, infrastruktur terutama jalur transportasi masih sangat jelek, berlubang dan rawan longsor dan kurangnya transportasi untuk menuju ke tempat wisata tersebut mengakibatkan objek wisata dikota tentena kurang dikenal dikalangan traveller. Harapan saya, kiranya pemerintah membuka mata dan menggali ide-ide inovatif untuk memperbaiki dan membangun potensi pariwisata di kota Tentena, kemudian tak lupa pula memberdayakan masyarakat sekitar untuk ikut mendukung perkembangan objek pariwisata tersebut dengan cara membuka lahan bisnis kuliner dan oleh-oleh, misalnya. Dengan demikian, selain unjuk gigi dimata traveller dunia, income bagi pemerintah dan masyarakat setempat dapat terus bertambah. :)

"Tuhan telah menganugerahkan segala HAL yang baik, tetapi HAL yang BAIK itu kemudian akan menjadi buruk atau semakin baik, kita sendirilah yang menentukannya"~FIM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar